Minggu, 17 Agustus 2014

KEJADIAN 1:3-5

KEJADIAN 1:3-5
Kejadian 1:3-5 “Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.”

            Hari pertama
Hari pertama Allah menciptakan terang. Mengapa Allah menciptakan  terang pada hari pertama? Karena kegelapan menguasai samudera raya. Kegelapan yang di akibatkan oleh karena kejatuhan Lucifer, membawa dampak yang sangat buruk. Dimana kejatuhan tersebut bukan hanya merusak tatanan bumi saja, tetapi juga merusak tatanan dan sistem dari tata surya. Karena itulah mengapa Allah pada hari pertama Dia menciptakan terang yang adalah diri-Nya sendiri, dan di hari pertama ini Allah sudah menamakan diri-Nya sebagai perwujudan siang, dan gelap sebagai perwujudan malam.
            Dalam hari pertama ini Allah sudah memberikan kepada kita sebuah pemikiran yang dewasa bahwa terang dan gelap sudah mengalami pemisahan dan alkitab jelas menyatakan bahwa terang dan gelap tidak akan mungkin bersatu.

DIPISAHKANNYALAH    בָּדַל  bâdal
                                      Membagi, memisah, memotong, memutuskan, mengeluarkan.
Jadi sangatlah jelas sekarang bahwa mengapa Allah sangat tidak senang jika umat Tuhan harus bercampur dengan orang-orang yang bukan umat Tuhan. Mengapa Israel harus dikhususkan, mengapa Abraham harus dikeluarkan dari sanak saudaranya, dari kehidupan orang tuanya, dari lingkungan masa kecil dari hidupnya. Karena Allah ingin Abraham menjadi terang di tengah kegelapan dunia, karena itu Allah harus membagi, memisahkan, memotong, memutuskan, mengeluarkan Abraham dari masa lalunya, dari orang-orang terdekatnya, karena Allah ingin memakai Abraham untuk memancarkan sinar terang Allah sendiri yang telah Allah singkapkan dalam penciptaan hari pertama ini.
            Di hari pertama ini jugalah muncul kata “baik” yang pertama dalam alkitab ini. Allah melihat terang itu adalah baik adanya. Hanya yang berasal dari Allah sajalah yang baik adanya, segala yang tidak berasal dari Allah adalah hal yang tidak baik dan merusak tentunya.
            Dan ini jugalah yang akhirnya semakin Allah singkapkan dalam Perjanjian Baru mengenai siang dan malam.

2Kor 4:6  “Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”

2Kor 6:14  “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

1Tes 5:5  “karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.”

1Tes 5:8  “Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.”
Why 18:1  “Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.”

MALAM       לַיְלָה    לֵיל    לַיִל   layil,    lêyl,    layelâh,
          Sebuah pembelokan dari terang, secara kiasan menggambarkan kemalangan, kesuraman, kemurungan, kegelapan, pelindung bayangan (bayang-bayang).
          Kata malam pun dalam pengertian Ibraninya juga menggambarkan suatu keadaan yang malang, murung, suram, bahkan menggambarkan bagaiamana malam pun menjadi pelindung dari bayang-bayang yang mengintai kehidupan umat Allah.
Why 21:25  “dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana.”
          Ketika kemenangan umat Allah dinyatakan, dikatakan bahwa tidak akan ada lagi malam, tidak akan ada lagi keadaan suram, keadaan murung, keadaan malang, bahkan tidak akan ada lagi yang mengintai umat Allah di balik kegelapan.
            Sudahkah anda mengambil keputusan akan berpihak kepada siapa? Terang (siang) atau gelap (malam)? Sudahkah anda menjadi terang dalam dunia anda? Pekerjaan, pelayanan, rumah tangga, keluarga, gereja, lingkungan sekitar, bangsa dan negara? Pisahkanlah diri anda dari segala perbuatan kegelapan, sehingga Allah dapat memakai anda untuk menjadi terang-Nya yang memancarkan kehangatan sinar kemuliaan Allah, sehingga siapa pun yang berada di dekat anda dapat merasakan kehangatan sinar Allah tersebut. Tuhan Yesus memberkati. DS



Sabtu, 16 Agustus 2014

KEJADIAN 1:2


KEJADIAN 1:2
Kejadian 1:2 “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”

            Dalam ayat ini kita melihat ada sebuh pernyataan yang tidak masuk di akal, bagaimana mungkin Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam ayat 1 menghasilkan sebuah kalimat sumbang,”...gelap gulita menutupi samudera raya...”
            Inlah yang menjadi dasar dari beberapa penafsir yang menafsirkan bahwa ada suatu kejadian yang dahsyat, ada suatu kecelakaan yang besar terjadi yang mengakibatkan bagaimana bumi purba ini mengalami keadaan belum berbentuk (campur baur) dan kosong.
            Apakah yang terjadi di antara ayat 1 dan 2a ini???
            Kita bisa melihatnya di dalam kitab Yehezkiel mengenai apa yang terjadi di antara ayat 1 dan 2a ini. Sebuah kejadian yang besar, sebuah kecelakaan besar yang terjadi pada masa purba itu yang akan membuka sebuah pemahaman kita mengenai dunia roh.
Yehezkiel 28:14-17 “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan  padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Ku buangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu engkau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Ku lempar, kepada raja-raja engkau Ku serahkan menjadi tontonan bagi matanya.”
            Inilah yang terjadi di antara ayat 1 dan 2a, yaitu kejatuhan dari malaikat yang bernama Lucifer. Dikatakan bahwa Lucifer ini awalnya tidak bercela tingkah lakunya, dari awal penciptaan. Tetapi mulailah ada kecurangan yang ditemui oleh Allah dalm diri Lucifer. Kecurangan seperti apakah? Yaitu kesombongan karena keelokkannya, kecantikannya, dan tempatnya (kedudukannya) di gunung Allah.
Yesaya 14:12-15 “wah, engkau telah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya,ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam ke liang kubur.”
            Inilah yang menjadi kecurangan dalam diri dari Lucifer, yaitu ciptaan yang hendak menyamai Sang Pencipta, bahkan ingin menjadi sang pencipta. Jelas tidaklah mungkin! Lucifer menyombongkan kedudukannya, karena itulah dia merasa dirinya hebat, sehingga dia lupa diri, dibutakan dari kenyataan bahwa dia hanyalah ciptaan. Sehingga akhirnya yang terjadi adalah Lucifer harus dicampakkan ke bumi, di buang jauh dari hadirat Allah. Karena kecurangan yang ada dalam diri Lucifer terus ada, karena itulah kita mengenal Lucifer sebagai malaikat yang jatuh atau Iblis. Inilah cikal bakal dari sang penguasa bumi ini.
            Bagaimana dengan anda? Masihkah anda sadar dengan siapa diri anda di hadapan sang pencipta? Masihkah hati anda benar di hadapan Sang Pencipta? Atau anda sudah mulai bagaikan kacang lupa kulitnya, Karena jabatan anda yang mungkin tinggi di dunia sehingga anda mulai menyangkali bahwa ada 1 Oknum yang lebih hebat, lebih besar, lebih berhikmat, lebih pintar, dll dalam dunia ini? Jagalah jangan sampai ada kecurangan dalam hidup kita sehingga kita akhirnya harus dicampakkan ke tempat yang paling rendah karena kesombongan kita seperti Lucifer yang tidak sadar diri. Janganlah kita mulai merasa hebat karena status kita dan jabatan kita dalam dunia pekerjaan, pelayanan dan kehidupan bersosialisasi mungkin lebih tinggi dari orang-orang sekitar dan akhirnya kita berlaku seolah-olah kita adalah “tuhan” bagi meraka. Memperlakukan mereka sebagai “ciptaan” dan kita berlaku sebagai “pencipta”. Tuhan Yesus memberkati. DS

Kamis, 14 Agustus 2014

KITAB KEJADIAN 1:1

KEJADIAN 1

          Kejadian 1:1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”


                Segala hal dalam dunia ini menceritakan kepada kita bahwa ada 1 oknum yang membuat segala hal yang ada di dunia ini. Tidak ada sesuatu yang tecipta tanpa ada sebab. Manusia pun diajarkan bahwa mereka dapat menciptakan dan membuat sesuatu, dan tidak ada sesuatu yang tercipta dan terbentuk dengan sendirinya. Demikina juga alam semesta ini adalah bukti yang sangat kuat dan identik mengenai 1 Oknum yang mahakuasa dan mahadahsyat menciptakan bumi dan segala isinya.
                Karena itu kita perlu selalu ingat bahwa dunia ini berbicara kepada kita tentang Tuhan, keberadaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan kuasa-Nya.

Roma 1:20 “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”

                Paulus menyatakan bahwa kekuatan Allah dan status-Nya Allah dapat kita lihat dari bagaimana dunia ini ada. Dan juga dikatakan bahwa segala hal yan tidak nampak secara logika dan pemikiran manusia akan wujud Allah dapat dilihat dari karya-Nya dan itu semua dapat masuk ke dalam logika kita manusia dan pemikiran kita yang sempit ini. Dan jelas dikatakan semua orang tidak dapat berdalih. Kalau pun ada yang berdalih tentang adanya Allah, maka orang tersebut adalah sangat bodoh, karena dia tidak mau mengakui Allah. Sama seperti dia menyukai jam tangan tapi tidak mau mengakui bahwa jam tangan tersebut adalah hasil dari si pencipta atau pembuatnya, lalu dengan pikirannya yang bodoh itu dia mengatakan bahwa jam tangan ini ada dengan sendirinya. Tidak ada pencipta dan pembuatnya.


Mazmur 19:1-7 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.”

                Sangat indah bukan. Bagaimana sang pemazmur yaitu Daud melukiskan bagaimana benda-benda semesta ini menceritakan, meyaksikan, dan menjadi saksi akan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Demikian juga dengan kita manusia, Allah rindu berbicara kepada kita dan melalui kita. Untuk menyaksikan kepada dunia, sehingga dunia tahu akan siapa Allah yang benar dalam hidup ini. Segala ciptaan Allah menunjukkan kepada kita bahwa mereka mau dipakai Allah untuk menceritakan segala keagungan-Nya, kebesaran-Nya.
Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda sadar akan Pribadi yang selalu mencipta itu sedang bekerja di dalam dan melalui hidup anda? Dia rindu memakai anda untuk mnceritakan, menyampaikan, memberitakan mengenai perbuatan-perbuatan-Nya yang besar. Ijinkanlah Dia membentuk anda dan menjadikan anda ciptaan yang baru di dalam-Nya. Tetap maju dalam Tuhan dan alami Pribadi-Nya lebih lagi. Tuhan Yesus memberkati. DS

Rabu, 13 Agustus 2014

GARIS BESAR KITAB KEJADIAN

KEJADIAN (GENESIS)

Kejadian adalah buku tentang ASAL MULA; asal mula penciptaan (pasal 1); asal mula sejarah manusia, termasuk pernikahan (pasal 2); asal mula dosa dan kematian (pasal 3); asal mula janji sang Penebus (3:15); asal mula peradaban manusia (4;6 dst); asal mula Babel (pasal 11); dan asal mula bangsa Yahudi (pasal 12). Narasi Alkitab terus membawa hal-hal yang telah dimulai di kItab Kejadian hingga akhirnya digenapi di kitab Wahyu.
                Kitab ini adalah buku tentang KETURUNAN, menggambarkan silsilah dari Adam sampai terbentuknya Israel. Sepuluh silsilah yang berlainan di catat di dalam kitab ini. Catatan tersebut berpusat pada enam orang dan keluarga mereka: Adam (pasal 1-5); Nuh (pasal 6-10); Abraham (pasal 11:1-25:18); Ishak (pasal 25:19-27:46); Yakub (pasal 28-36); dan Yusuf (pasal 37-50). Silsilah-silsilah ini mungkin menjemukan bagi kita, tetapi penting untuk menelusuri garis keturunan Sang Penebus.
                Kitab ini adalah buku tentang IMAN. Nuh percaya kepada Tuhan dan membangun sebuah bahtera. Abraham percaya kepada Tuhan dan meninggalkan rumahnya untuk pergi ke Tanah Perjanjian. Abraham dan Sarah yang percaya kepada Tuhan, dan Dia memberi kepada mereka seorang putra. Tuhan memberikan janji-janji-Nya dan kemudian bertindak atas nama orang-orang yang mempercayai-Nya, sama seperti yang dilakukan-Nya sekarang.
                “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibr 11:6
                Kitab ini juga adalah buku tentang PEMBENTUKAN. Tuhan sabar bekerja dengan umatNya untuk membentuk mereka sesuai kehendak-Nya. Mereka sering mengecewakan-Nya tapi Tuhan tak pernah membuang mereka. Dia tetaplah Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub, dan Dia dapat menyelesaikan di dalam hidup adna segala sesuatu yang telah di rencanakan-Nya bagi anda.
                Sudahkah anda alami semua itu dalam hidup anda hari ini? Sudahkah anda mengetahui asal mula anda? Sudahkah anda tahu akan siapakah nenek moyang anda, dan berasal dari keturunan siapakah anda? Sudahkah anda bertumbuh dalam iman dan pengenalan anda dalam hidup ini? Dan sudahkah anda alami [pembentukan dari Tuhan untuk mencapai apa yang menjadi maksud dan rencanaNya dalam hidup anda? Tuhan Yesus memberkati.
(sumber; Hidup Bersama Firman, Warren W Wiersbe)

Senin, 11 Agustus 2014

GOD'S FULNESS


Dalam perjalanan hidup manusia, ada saatnya kehidupan kita berada pada tahap terasa “KOSONG”, hampa dan tidak mengalami kepenuhan dalam hidupnya. Dalam perjalanan hidup kita pun, tidak sering yang namanya masalah, kekecewaan, persoalaan, himpitan ekonomi, tekanan dalam pelayanan, persoalan dalam pelayanan, dll mebuat kerohanian kita, iman kita terasa kering dan tidak alami kepenuhan.
Pkh 3:11=  kekekalan dalam hati. Ada bagian dalam hati kita yang hanya bisa diisi oleh kekekalan, dan itu hanya Pribadi Allah yang kekal.

Kol 2:9-10
kepenuhan Allah ada di dalam Dia, yaitu Kristus Yesus Tuhan.
Kehidupan kita akan alami kepenuhan dalam segala hal, baik jasmani maupun rohani jika kita tinggal di dalam Dia.
Kol 1:16-17= Segala sesuatu ditempatkan untuk memenuhi hal-hal yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Wah 4:11.
Jika kita melihat dan mau mempelajari mengenai masa-masa penciptaan dalam kitab Kejadian, maka kita akan melihat bagaimana Allah tidak pernah menciptakan segala sesuatu dan membiarkannya mengalami kekosongan. Dan disini pun kita dapat melihat bagaimana Allah selalu memberikan KEPENUHAN dalam segala sesuatu. Baik itu aspek dari yang bersifat jasmani maupun dalam aspek yang bersifat rohani. Jadi jelas dan sangat jelaslah Allah tidak ingin kehidupan iman kita, kerohanian kita, tingkat spiritual kita mengalami yang namanya KEKOSONGAN.
Allah menciptakan langit dan bumi ini dengan kuasa perkataanNya, kuasa FirmanNya.
Mzm 33:6-9= Firman membuat segalanya mengalami pemenuhan.
Karena itu juga, kita melihat bagaimana Kuasa Firman yang sama itu juga akan bekerja dalam hidup kita untuk membuat kita mengalami yang namanya kepenuhan Allah. Kita tidak akan lagi alami yang namanya kekosongan hidup, kekosongan iman, kehampaan, kekeringan rohani.
Firman Allah memenuhi hidup kita manusia. Mula-mula Dia membentuk, kemudian Dia memenuhinya. Dia membentuk bumi dan memenuhinya dengan tanaman dan binatang, Dia membentuk cakrawala dan memenuhinya dengan bintang-bintang dan planet-planet, Dia membentuk laut menempatkannya dalam wadah dan memenuhinya dengan makhluk-makhluk hidup, dan Dia pun dapat menciptakan kita, membentuk kita, dan memenuhi hidup kita sekarang jika kita berserah kepadaNya dan mengijinkan FirmanNya bekerja dalam hidup qta. Orang-orang yang percaya kepada Kristus adalah bagian dari ciptaan yang baru.
Mat 12:43-45; Luk 11:24-26= Kekosongan hidup manusia membawa dampak yang fatal jika tidak cepat-cepat diatasi. Kita melihat bagaimana kekosongan hidup manusia menjadi celah bagi iblis untuk membuat hidup kita menjadi lebih fatal dan membawa pengaruh yang sangat buruk.
Allah tidak mengingini adanya kekosongan dalam hidup kita, karena itu hendaknyalah kita selalu memenuhi hidup kita dengan FirmanNya yang hidup, dengan RohNya yang tak terbatas dalam hidup kita manusia.

            Alamilah kepenuhan Allah dalam hidup saudara. Tuhan Yesus memberkati. DS

KEJADIAN 2:8-9 (Part 1)

KEJADIAN 2:8-9 Kej 2:8   Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang d...