Tampilkan postingan dengan label pendalaman Alkitab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendalaman Alkitab. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2020

KEJADIAN 2:8-9 (Part 1)


KEJADIAN 2:8-9

Kej 2:8  Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Kej 2:9  Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Kata “selanjutnya”, dalam mengawali ayat 8 ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah adalah pribadi yang selalu bergerak, aktif, progresive, selalu maju, tidak diam, stagnan. Bahkan setelah minggu restorasi sekalipun (pemulihan), Allah terus menerus bekerja.

Yoh 5:17  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."

Wow, sungguh luar biasa bukan Allah yang kita sembah ini, bahkan Yesus sendiri mengatakan sampai pada zamanNya itu, Allah Bapa masih aktif bekerja. Bekerja dalam kehidupan umat manusia, bekerja dalam mendatangkan kebaikan sekalipun keadaan zaman yang kita tinggalkan ini adalah zaman yang jahat sekalipun, Allah tidak kalah terhadap kejahatan.

Inilah yang menjadi polemik, pertanyaan dari zaman ke zaman.

Kita bertanya-tanya mengenai bagaimana mungkin, jika Allah adalah Allah yang selalu bekerja mendatangkan kebaikan, mengapa banyak sekali kejahatan yang terjadi di muka bumi ini. Dari penembakan yang terjadi di sekolah-sekolah, pembegalan, perampokan, tsunami yang menelan banyak korban jiwa di berbagai belahan dunia ini, virus Corona yang hadir di awal tahun 2020. Ini yang menjadi senjata dari kalangan skeptis Kristen, sebagai pembukti bahwa Allah bukanlah Pribadi yang Omnipotence, Mahakuasa.



Kejahatan bukanlah sebuah benda atau suatu substansi, tetapi keadaan yang kekurangan kebajikan. Seperti ketulian. Ketulian bukanlah sebuah benda, tetapi keadaan yang berkurangnya pendengaran atau hilangnya pendengaran. Kejahatan alam merupakan kerusakan di dunia fisik kita yang menyakitkan bagi umat manusia, meliputi banjir, gempa bumi, tsunami atau pun kanker sakit penyakit. Kejahatan moral dihasilkan dari tingkah laku dan keputusan-keputusan makhluk-makhluk yang melanggar kehendak Allah, misalnya pencurian, pembegalan, perang, atau rasisme.



Sekarang pertanyaannya adalah, jika Allah itu adalah Allah yang Mahabaik, selalu bekerja, Mahatahu, dan Maha-pengasih, mengapa bisa muncul kejahatan?

Saya yakin, ini pun pasti pernah bahkan sering muncul dalam benak pikiran kita. Sebuah pertanyaan urban, yang akan selalu ditanyakan dari generasi kepada generasi. Bahkan sering sekali pertanyaan-pertanyaan itu pun menjadi sebuah tembok pemisah dari diri manusia, untuk tidak mau menerima bahkan menolak kebaikan dan kasih Allah.

Sekarang marilah kita membahas kedua pertanyaan: 
darimanakah asal kejahatan itu? Dan dapatkah kejahatan dan Allah Kristen keduanya itu nyata?

Ketika kita mendengar mengenai peristiwa-peristiwa kejahatan, kebanyakan dari kita pasti akan langsung menyalahkan Allah. Dunia ini diciptakan oleh Allah, maka kita pun mulai berpikir dan berasumsi bahwa entah bagaimana maka sumber segala kejahatan di dunia ini pun adalah karena Allah. Tetapi Alkitab mencatat bahwa segala yang diciptakan oleh Allah semuanya itu adalah “sangat baik” (Kej 1:31).

Tetapi, kita semua tahu bahwa sesaat setelah penciptaan, Lucifer malaikat Allah yang memiliki kehendak bebas pun mulai memakai kehendak bebasnya itu untuk melawan Allah dan memberontak kepadaNYa. Dan selanjutnya, melalui setan di taman Eden, ia memikat pasangan manusia pertama dalam memakai kehendak bebasnya untuk melawan perintah dan titah Allah, yaitu memakan buah pengetahuan baik dan jahat. Hasilnya adalah, kejatuhan manusia dan akhirnya kejahatan pun menjadi bagian dari kehidupan manusia, dan menjadi bagian dari dunia kita ini.
Intinya adalah Allah bukanlah sumber dari kejahatan-kejahatan yang ada di muka bumi ini – setanlah yang menjadi sumbernya, dan sekarang adalah kita, manusia yang dikuasai oleh daging dan ego kita.

Dan inilah yang dilakukan para teolog-teolog sepanjang abad, yaitu mencoba beberapa cara untuk menyelesaikan masalah kejahatan. Salah satu telah disebutkan – ciptaan-ciptaan itu memilki kehendak bebas, oleh sebab itu ia berpotensi untuk melakukan kejahatan, dan memunculkan kejahatan ke dalam dunia kita. Dan kita pun harus mengingat bahwa permainan kosmis ini pun belum berakhir. Kita mungkin belum melihatnya sekarang, tetapi bahkan kadang-kadang Allah mengubah kejahatan menjadi kebaikan. 



Sebagai contoh yang indah, perjalanan hidup Yusuf menjadi sebuah cerminan bagi kita orang-orang kristen.
     
     Kej 50:20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Sebagai kesimpulan, Allah adalah tetap Allah yang terus bekerja dalam hidup kita manusia. Dia tetap Allah yang baik, kita tidak dapat menyalahkan Allah atas kejahatan-kejahatan yang ada maupun yang terjadi dalam hidup kita. Kejahatan muncul karena adanya kehendak bebas dari semua makhluk ciptaan Allah. Di tengah-tengah dunia yang sudah jatuh ini, kita harus senantiasa mempercayai Allah dan janji-janjiNya yang membawa kebaikan.

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah adalah Sang Pemenang kita, yang tak mungkin gagal dalam mengalahkan kejahatan-kejahatan yang ada di dunia ini. Dia Allah yang terus bekerja. Kejahatan dan Allah keduanya adalah nyata. Dan Allah sering mengijinkan kejahatan terjadi untuk mengingatkan kita akan sebuah dunia yang sudah Allah siapkan, sebuah dunia yang tidak akan ada kejahatan, air mata dan ratap tangis. Dunia itu menanti kita. (sumber: 5 menit apologetika; DR. Rick Cornish) DS.

Minggu, 30 November 2014

KEJADIAN 2:4-7

KEJADIAN 2:4-7
Kej 2:4  Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Dalam ayat 5-6, kita harus mengerti bahwa ayat-ayat ini adalah pelengkap, pendukung, keterangan tambahan, dan juga sebuah perincian untuk pasal 1:10-11.
“These are generations..” (KJV)
Ayat 4 diawali dengan kalimat, demikianlah riwayat langit dan bumi. Penciptaan langit dan bumi atau terciptanya langit dan bumi, menunjukkan berasal dari sebuah sumber, tidak tercipta dan terjadi tanpa sebuah alasan. Digambarkan seperti anak yang berasal dari orang tua.
Mzm 90:2  Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
Allah sendirilah yang menjadi sumber, pelaku dalam penciptaan langit dan bumi. Pribadi yang Omnipetence, Jehovah Elohiym.
Ibr 11:3  Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Kej 2:5-6  belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;  tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--

2 penyebab mengapa belum ada semak dan belum timbul tumbuh-tumbuhan di padang.
1. Allah belum menurunkan hujan ke bumi,
2. belum ada orang yang mengusahakan tanah itu.
Dalam ayat ini kita bisa melihat bagaimana cara kerja Allah dalam kehidupan ini. Allah tidak pernah bekerja sendiri, di dalam menciptakan langit dan bumi pun Allah bekerja dalam ketigaan-Nya yang esa, bahkan dalam menumbuhkan semak dan tumbuh-tumbuhan pun Allah meberikan ruang dan kesempatan agar manusia pun dapat ikut ambil bagian dalam bekerja dan menghasilkan sesuatu.
Manusia tidak pernah diciptakan Allah sebagai makhluk yang malas, dan tidak menghasilkan apa pun. Bahkan sebelum kejatuhan manusia karena ketidaktaatan, manusia diciptakan untuk menjadi rekan dari Allah, yaitu untuk mengusahakan tanah (taman Eden).
Dan di dalam ayat yang ke-6 ada hal yang menarik, yaitu bahwa Allah mengirimkan kabut (Mist), dikatakan “...ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu...”

KABUT אֵד         '   êd  =Kabut, uap air, asap.
            Kata ini hanya dipakai 2x di dalam perjanjian lama, yaitu di dalam ayat ini dan
Ayb 36:27  Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan,

Mungkin inilah awal terciptanya hujan.
MEMBASAHI שָׁקָה         shâqâh = Meminum banyak sekali, mengairi, menyediakan memberi minuman, menenggelamkan, menggenangi, membasahkan.
Kabut itu dikatakan muncul dari dalam bumi, mengairi, memberi minum, menenggelamkan, mengairi seluruh permukaan bumi.
Kej 2:10  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
Sungai yang terbentuk karena begitu melimpahnya kabut yang Allah keluarkan dari dalam bumi.
Origin of Rain, kabut inilah yang memproduksi hujan awal di muka bumi ini.
Sungguh sangat menarik bahwa Musa memperlihatkan kepada kita pada awalnya Allah tidak menurunkan hujan, tetapi Musa pun memberikan keterangan bahwa Allah menyediakan sebuah siklus dalam ilmu pengetahuan mengenai terciptanya hujan di bumi. Alkitab menjawab dengan sebuah ilmu pengetahuan.

Kej 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
“Ketika itulah...”
Ayat ke-7 diawali dengan frase ketika itulah. Ketika kapan?
Ketika ayat ke-5 dan 6 sedang berlangsung, tetapi perlu diperhatikan bahwa ayat 5 dan 6 ini bisa berlangsung kapan saja dan tidak terjadi hanya 1x, tetapi mungkin setiap saat. Dan sebagai perincian atau alasan untuk memperlengkapi pasal 1 ayat 10-12, ini tidak berarti penciptaan manusia menyalahi aturan dalam pasal 1, bahwa manusia diciptakan pada hari keenam.
MEMBENTUK יָצַר           yâtsar  = Mungkin lebih identik dengan menekan, mencetak (lebih spesifik seperti seorang penjunan), secara kiasan mempunyai pengertian untuk memutuskan (membentuk sebuah jalan keluar), terbuat dari tanah, kerangka yang terbuat dari tanah.
Allah sebagai Pribadi yang mencetak, membentuk sebuah jalan keluar, menekan debu tanah agar tercipta sebuah makhluk hidup. Allah sebagai pelaku utama yang membentuk manusia sebagai makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari makhluk-makhluk hidup yang lain. Mengapa manusia dikatakan lebih mulia dari ciptaan-Nya yang lain? Karena dari semua makhluk hidup yang lain (binatang air, liar, melata, burung, dan ternak) semua diciptakan, dibentuk, tetapi hanya manusia saja yang ayat ini tekankan, bahwa Allah MENGHEMBUSI NAPAS HIDUP.
MENGHEMBUSKAN נָפַח                 nâphach  =Tiupan, dalam bermacam-macam aplikasi (memompa, tiupan keras, menyebarkan, menghidupkan (sebuah bayangan))
Disinilah kita dapat melihat bagaimana manusia tercipta dengan terdiri dari 3 unsur dalam dirinya. Tubuh, jiwa dan roh. Tubuh manusia inilah yang berasal dari debu tanah,tetapi jiwa dan roh manusia berasal dari napas yang Ilahi. Ketika manusia masih berada di taman Eden, roh dan jiwa manusia masih dikuasai oleh Allah sepenuhnya dengan disertai kehendak bebas manusia dalam dirinya. Tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa, roh dan jiwa mereka diperebutkan oleh kuasa kegelapan. Sehingga manusia sendirilah yang akhirnya harus menentukan apakah roh dan jiwa manusia mereka ingin dikuasai oleh Allah atau kuasa kegelapan.
Ayb 33:4  Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
Mzm 104:30  Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Pkh 12:7  dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
Zak 12:1  Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:
Mal 2:15  Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Sehingga akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka jiwa dan roh kita harus semakin hari ke hari masuk dalam pembaruan demi pembaruan. Tubuh, jiwa, dan roh manusia, Alkitab katakan harus senantiasa alami keselamatan dan terpelihara sempurna dalam diri kita.
Allah menyatakan kepada kita saat ini, agar kita manusia  menjadi makhluk yang tahu bekerja demi kemuliaan nama-Nya. “...belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu ...” Allah menciptakan manusia dengan sebuah tujuan untuk menjadi makhluk yang produktif. Potensi tersebut sudah Allah tanamkan jauh di dalam diri kita, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk kita menyanggah mengenai setiap potensi kita. Menghasilkan sesuatu, dan bekerja bersama-sama dengan Allah, itulah panggilan hidup kita demi mencapai maksud dan rencana Allah, rancangan-Nya yang mulia atas diri kita pribadi dan atas dunia ini.
Akibat kejatuhan Adam dan Hawa, jiwa dan roh kita harus senantiasa alami pembarun demi pembaruan, semakin dibaharui lewat dan dalam hubungan kita dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah yang esa. Tuhan Yesus memberkati kita semua. DS
1Te 5:23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Rabu, 29 Oktober 2014

KEJADIAN 2:1-3




KEJADIAN 2:1-3

Kej 2:1  Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Pada hari ke-7 Allah berhenti bekerja.
Permulaan dari hari Sabat, 6 hari lamanya Allah bekerja dan pada hari yang ke-7 Allah beristirahat. Istirahat Allah karena Allah telah menyelesaikan apa yang menjadi pekerjaan-Nya dalam menciptakan langit dan bumi, dimana segala yagn diciptakan Allah adalah baik dan teramat baik. Sabat diberikan kepada manusia untuk manusia beristirahat. Juga diberikan kepada manusia untuk tidak terlalu terfokus dalam bekerja, tetapi juga menyediakan waktu untuk menikmati Tuhan dalam masa-masa sabat. Sabat diciptakan untuk manusia, bukan manusia diciptakan untuk sabat.
Mrk 2:27  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Kerjakanlah segala sesuatu sampai tuntas dan selesai.
Kej 2:2-3  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

PERHENTIAN

  • ·         Allah memberkati

  • ·         Allah menguduskan

Ibr 10:25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Beribadah bersama, bukan hanya diberkati tapi juga dikuduskan. Bukan hanya dikuduskan, tetapi juga diberkati. Segala sesuatu ada waktu dalam hidup kita. Ada waktu untuk bekerja, dan ada waktu untuk berhenti dalam bekerja.
Nabi Daniel, berhenti dalam doa. Melakukan Sabat dalam doa.
Dan 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Jadi sabat bukan hanya berbicara apa yang terlihat secara kasat mata saja, tetapi berbicara secara lebih mendalam, yaitu hati kita.
Mat 11:28-30  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."


REST= kelegaan, istirahat, tamasya.
Dalam injil Matius ini kita melihat bagaimana Yesus menawarkan Sabat bagi setiap pribadi kita. Saat kita mengalami penat, letih, lesu dalam menjalani hidup ini, Yesus menawarkan PribadiNya sebagai satu-satunya Sabat bagi kehidupan kita masing-masin pribadi. Saat kita masuk dalam panggilan rencana Allah, masuk dalam pelayanan bersama Kristus dan memikul beban yang sama dengan Yesus, adakalanya memang perasaan datang melanda kita, jenuh, lelah, cape, letih dalam memikul beban itu. Tapi ingatlah bahwa kita tidak sndiri dalam memikul beban itu ada Yesus yang menjadi Sabat bagi kita. Kita bukanlah perasaan kita, kita bukanlah suasana hati kita, bahkan kita bukanlah pikiran kita.
            Ibadah pun adalah Sabat bagi kita semua. Seharusnya memang seperti itu, tetapi berapa banyak dari antara kita melupakan hal itu. Ketika datang waktunya untuk beribadah berapa banyak dari kita langsung membuta alasan untuk menghindarinya, membuat alsan inilah, itulah, waktu untuk istirahat di rumah saja, waktu untuk bersama keluargalah dan lain sebagainya.
            INGAT SABAT ITU DIKUDUSKAN DAN DIBERKATI OLEH ALLAH. Jadi saat waktu beribadah datang, hari apapun itu, itulah saatnya kita melakukan Sabat, menikmati Tuhan. menikmati bait-Nya, menikmati setiap kemurahan-Nya, menikmati kekudusan-Nya, dan menikmati berkat-berkat-Nya.
Banyak sekali berkat sebenarnya yang akan kita dapat saat kita dapat mengubah paradigma kita mengenai hari Sabat, menjadikan hari Sabat sebagai hari kenikmatan dan peristirahatan bagi jiwa kita. Dan juga beberapa hal mengenai Sabat yang bisa kita pelajari dari Perjanjian Lama.
1. Kel_16:29  Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."
Dalam kitab keluaran ini kita melihat janji Tuhan bahwa, Ia akan memberikan berkat 2x ganda untuk 2 hari penuh.

2. Neh_13:17-18  Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: "Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat? Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian, sehingga Allah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini atas kita dan atas kota ini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan melanggar kekudusan hari Sabat?"
Adalah suatu kejahatan saat kita tidak memperdulikan Sabat yang telah disediakan oleh Allah bagi kita manusia. Dan hal itu dapat membuat murka Allah menyala-nyala terhadap kita.

3. Mzm_92:1  Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. (92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
Sabat berbicara mengenai sikap yang penuh ucapan syukur atas pertolongan Allah, atas perlindungan Allah, atas kebaikan Allah, dan bukti bahwa kita benar-benar meninggikan Allah kita.
4. Yes_56:2  Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
Berbahagia orang yang tahu menghargai Sabat dalam kehidupannya. Berbahagia orang yang memelihara sabat dan tidak menganggap remeh hari Sabat, hari kenikmatan, hari kesukaan, hari ketenangan bagi jiwa kita.

5. Yes 58:13-14  Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Dan yang terkhir adalah janji yang luar biasa saat umat Allah tahu menghargai hari Sabat sebagai hari kenikmatan, hari yang mulia, dikatakan bahwa kita akan bersenang-senang karena Tuhan, akan menjalani hidup yang penuh kemenangan, mndapatkan milik pusaka Yakub, dan ini bukanlah perkataan manusia, tetapi dikatakan MULUT TUHANLAH YANG MENGATAKANNYA.
            Tetapi sekali lagi untuk diingatkan bahwa dasar dari semua ini adalah hati kita yang murni di hadapan Tuhan dan tulus dalam kita melakukan Sabat, tidak dengan motivasi yang tidak benar dan tidak tulus. Sabat juga sebagai sebuah peringatan kepada kita yang Tuhan ingin kita selalu ingat dan tanamkan dalam hati, bahwa suatu saat nanti akan ada yang disebut sebagai suatu masa perhentian, suatu masa dimana umat-umat Allah berhenti dari segala aktifitas, pekerjaan, pelayanan, dan masuk kepada suatu masa yang penuh kenikmatan tiada tara dan bandingnya, masa perhentian yang sebenarnya. Haleluya... janji Tuhan ya dan amin. Nikmatilah dan nantikanlah Sabat menanti kita semua. Amin. D.S

KEJADIAN 2:8-9 (Part 1)

KEJADIAN 2:8-9 Kej 2:8   Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang d...