Senin, 13 Mei 2019

Mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya


MENGENAL DIA DAN KUASA KEBANGKITANNYA

Flp 3:10  Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

                Apa yang menjadi dasar dan alasan dari seorang Paulus mengatakan hal tersebut? Mengapa mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan  dalam penderitaanNya menjadi hal yang dikehendaki oleh seorang paulus?

                Jika kita melihat sebelum kalimat ini muncul, pada ayat-ayat sebelumnya Paulus sedang menceritakan mengenai beberapa orang yang bangga akan siapa dirinya dari statusnya secara lahiriah dan menaruh kepercayaannya atas dasar itu semua. Lalu Paulus mengatakan bahwa jika untuk berbangga akan hal-hal lahiriah dan jasmani dan menjadikan hal itu suatu kepercayaan bahwa hidupnya sudah layak dihadapan Allah, maka secara keagamaan Paulus bisa saja merasa bangga dan sombong akan siapa dirinya yang dahulu.
Flp 3:4  Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
Flp 3:5  disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
Flp 3:6  tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
 
      Secara tegas Paulus mengatakan bahwa secara keagamaan dia bisa saja berbangga dan sombong bahkan bisa saja dia menjadikan hal itu sebagai landasan akan kepercayaan bahwa dia berkenan di hadapan Allah. Tetapi Paulus menekankan kembali bahwa semua itu dia anggap adalah sebuah kerugian karena pengenalan akan Kristus dikatakan lebih mulia.
Apa yang dimaksud dengan kerugian?
Rugi= loss            ZEMIA mempunyai pengertian kerusakan, kerugian. Hanya ditemukan sebanyak 4X dalam perjanjian baru (kis 27:10,21; fil 3:7-8). Kemungkinan berhubungan dengan kata DAMAZO, yang memiliki arti menjadi lemah.

      Jadi Paulus ingin menekankan bahwa semua hal-hal lahiriah saja menjadi suatu kerugian besar jika kita tidak mengenal Dia secara pribadi. Sehingga dengan kata lain, jika praktek dan teori keagamaan kita tidak dilandasi secara benar lewat pengenalan akan Kristus, maka semua yang kita lakukan adalah hal yang merugikan dan membawa kerusakan yang besar. Karena sia-sia saja jika kita tidak mengenal Dia secara pribadi dan Dia tidak mengenal kita.
      

     Sehingga akhirnya Paulus dengan yakin menekankan, semua yang bagiku adalah keuntungan dan dapat menjadi sebuah kepercayaan bahwa hidupku sudah berkenan kepada Allah, sekarang semuanya sia-sia, rugi besar aku, karena aku tidak mengenal DIA. Sehingga pengenalan akan Kristus sekarang menjadi keinginan hati dari seorang Paulus dan dikatakan lebih mulia.

Mulia= excellency            HUPERECHOè (huper dan echo) mempunyai pengertian yang paling utama, lebih baik, lebih tinggi, tertinggi. Hanya muncul sebanyak 5x better,Phi_2:3excellency,Phi_3:8 higher,Rom_13:1 passeth, Phi_4:7 supreme, 1Pe_2:13

    Jadi jelas dengan kata lain Paulus ingin mengatakan bahwa yang paling utama, yang paling tinggi, yang paling baik adalah  kenallah dahulu siapa Kristus, jangan berbangga akan segala hal-hal lahiriah saja tapi tidak mengenal yang paling utama dalam hidup ini. Segala hal lahiriah itu memang penting, tetapi harus seimbang dengan hidup kita yang mau mengenal pribadi Allah.

Bukankah dalam PL pun para nabi pernah menyinggung hal yang sama?

    Hos 4:6; 6:3-6 mengenal Allah menjadi topik bagi nabi Hosea yang terus dikumandangkan. Jelas dikatakan bahwa ibadah lahiriah, semua apa yang nampak, ternyata bagi Allah itu hanyalah sebagian saja yang perlu diperhatikan. Pengenalan akan Allah adalah yang dirindukan oleh pribadi Allah sendiri. Sehingga ini pun akhirnya menjadi topik yang Paulus angkat dalam kehidupannya secara pribadi. Bahwa apa yang dahulu aku banggakan dalam hal lahiriah dan jasmani, sekarang itu menjadi kerugian, kerusakan yang besar dalam hidupnya bahwa ternyata dia secara pribadi jauh dari pengenalan akan pribadi Allah.

    Bahkan kita bisa melihat dan mencontoh bagaimana para murid selama 3 setengah tahun bergaul bersama Yesus, tetapi tetap tidak bisa mengenal Dia secara pribadi. 3 setengah tahun mereka bersama, Yesus menyampaikan berulang kali mengenai kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, tetapi saat Yesus bangkit jelas-jelas alkitab mengatakan para pengikutnya yang tiap hari ngikutin Dia, tidak percaya. Bagaimana bisa? Karena mereka tidak mengenal Dia secara pribadi. Lalu ada peristiwa dari seorang bernama Kleopas yang tidak mengenal Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Bagaimana bisa? Orang yang jelas-jelas setiap hari selama 3 setengah tahun berjalan bersama-sama tidak bisa mengenal Dia setelah kebangkitan? 
  
  Karena mereka tidak mengenal Dia secara pribadi.

Mengenal = know                           GINOSKOèbelajar mengetahui, datang untuk mengenal, pengetahuan akan sebuah kesadaran, menjadi tahu, mempunyai pengertian akan pengetahuan.

    Jadi dengan kata lain, Paulus ingin  menegaskan mengenai  keinginannya dalam mengetahui, mempunyai pengetahuan akan sebuah kesadaran, mempunyai pengertian akan pengetahuan yang dari Allah. Adanya usaha dari paulus untuk mendapatkan pengetahuan dan pengertian tersebut. Demikian juga dengan kehidupan kita, seharusnya kita memiliki usaha untuk mencari pengetahuan dan pengertian tersebut.

    Bagaimana dengan kita? Sudah kita mengenal Dia secara pribadi lewat hubungan yang intim yang kita lakukan setiap hari? Lewat pembacaan Firman Tuhan, lewat doa-doa pribadi kita? Adakah kerinduan kita sama seperti Paulus? Yang kukehendaki adalah mengenal Dia.

   Mengenal Yesus secara pribadi memang akhirnya menjadi pokok utama yang Paulus tekankan. Tapi ternyata tidak hanya mengenal Dia secara pribadi saja, tetapi Paulus menambahkan disana mengenai kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.


Kuasa kebangkitan Yesus...

   Apa yang menarik dari kebangkitan Yesus? Mengapa seorang Paulus begitu ingin mengetahui kuasa kebangkitan Yesus? Apa yang menjadi perbedaan kuasa kebangkitan Yesus dari semua kebangkitan yang ada pada masa itu?

   Yang menarik dari kebangkitan Yesus adalah bahwa Dia bangkit dan hidup selama-lamanya. Tentu itu tidak bisa dipungkiri. Sehingga mungkin itu yang menjadi daya tarik mengenai kebangkitan Yesus, bagaimana Dia Yesus masuk ke dalam alam maut, lalu pada hari ketiga bangkit dan hidup untuk selama-lamanya. Dan juga mungkin menjadi suatu harapan yang pasti bagi kita semua bahwa ada kebangkitan dan kehidupan kekal yang menanti kita.

   Surat Filipi adalah surat yang Paulus tuliskan dalam keadaan dia berada di dalam penjara. Dalam kondisi dia berada dalam penjara tersebut dia menuliskan surat bagi jemaat di Filipi mengenai pengharapan dia sebagai seorang rasul karena Kristus. Bahwa ada pengharapan yang pasti yang Yesus sediakan bagi kita yang mengikuti Dia. Sehingga dalam Filipi 1:21, Paulus  tegas mengatakan dengan berani, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah sebuah keuntungan. Apakah perkataan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat sehingga Paulus begitu berani mengatakan hal tersebut? 

   Tentu dia memiliki dasar yang kuat, yaitu kebangkitan Yesus yang dikatakan yang sulung diantara kebangkitan (1 kor 5:20). Berbeda dengan orang yang bangkit pada masa-masa itu, mereka mungkin dikatakan hidup kembali, tetapi setelah itu mereka pun kembali mati. Tetapi Yesus, dengan kuasaNya, Dia bangkit dan lalu Dia hidup untuk selamanya. Inilah yang Paulus ingin mengerti dalam pengharapannya sebagai seorang rasul.

Kebangkitan= resurrection          ANASTASISè kebangkitan dari kematian, bangkit untuk hidup kembali. 44x muncul dalam perjanjian baru.

  Jadi sebagai pengikut Kristus, kita harus benar-benar memiliki pengertian dan pengetahuan yang benar akan pribadi Dia, dan juga akan pengharapan kita yang pasti yang Tuhan nyatakan bagi kita melalui kebangkitan Yesus. Sehingga apa yang kita lakukan sekarang mempunyai dasar yang kuat dalam iman kita dan pengiringan kita akan Dia. Sehingga kita tidak perlu takut jika berhadapan dan memandang hari esok yang mungkin bisa saja melemahkan iman kita.
Jika berbicara pribadi Allah dan kebangkitan-Nya, ini memang menjadi topik yang baik sekali dan sedap rasanya untuk didengar oleh telinga kita. Tetapi Paulus, tidak hanya berhenti pada mengenal Dia secara pribadi dan kuasa kebangkitan-Nya, tetapi juga dikatakan persekutuan dalam penderitaan-Nya.

Persekutuan dalam penderitaan-Nya.
Persekutuan= fellowship             KOINONIAè perkumpulan, persekutuan, ikut mengambil bagian, berpartisipasi, ikut serta, hubungan intim.
Total KJV Occurrences: 20x fellowship, 12 Act_2:42, 1Co_1:9, 2Co_8:4, Eph_3:9 (2), Phi_1:5, Phi_2:1, Phi_3:10, 1Jo_1:3 (2), 1Jo_1:6-7 (2) communion, 4 1Co_10:16 (2), 2Co_13:14 (2) communicate, 1 Heb_13:16 communication, 1Phm_1:6 contribution, 1Rom_15:2 distribution, 1 2Co_9:13

   Adanya suatu kontribusi, ikut mengambil bagian dalam penderitaan Yesus, adanya persekutuan dengan Yesus di dalam penderitaan-Nya, perkumpulan orang-orang yang rela mengambil bagian untuk menderita bagi Kristus. Mengenal Dia secara pribadi bukan hanya lewat keadaan-keadaan yang baik dan senang. Jika kita memuji Dia saat keadaan yang menyenangkan itu memang sebuah korban yang baik. Tetapi jika kita berani memuji Dia dalam kondisi yang tidak baik, itu yang disebut “korban” pujian. Kita mengorbankan perasaan kita yang sedang mungkin letih, lesu, perih, terasa berat, frustasi, tetapi kita mau dengan sukacita bahkan mungkin sampai meneteskan air mata untuk memuji Dia, bahwa Dia baik, Dia setia, Dia yang akan menepati janjiNya bagi kita.


Penderitaan=sufferings                                PATHEMAè sesuatu yang melalui kesukaran, penderitaan, kesulitan secara perasaan, atau pengaruh dari luar, menderita, melalui dan mengalami penderitaan, kesukaran.
Total KJV Occurrences: 16
sufferings, 10 Rom_8:18, 2Co_1:5-7 (3), Phi_3:10, Col_1:24, Heb_2:10, 1Pe_1:11, 1Pe_4:13, 1Pe_5:1 afflictions, 3 2Ti_3:11, Heb_10:32, 1Pe_5:9 affections, 1 Gal_5:24 motions, 1 Rom_7:5 suffering, 1Heb_2:9

Flp 1:29  Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 

  Penderitaan juga menjadi jalan kita bisa mengenal Dia secara pribadi. Bukan lewat masa-masa yang indah saja kita bisa merasakan kehadiran-Nya, tetapi juga lewat masa-masa yang sukar kita dapat merasakan dan mengenal siapa Dia sesungguhnya. Kadang kala untuk dapat melihat dan mengenal seorang pribadi kita memerlukan masa-masa sukar agar dapat melihat siapa dia sesungguhnya. 

  Banyak kawan dan teman yang mungkin begitu dekat saat kita berada pada masa-masa yang indah dan nyaman. Tetapi berapa banyak kawan sahabat bahkan teman yang kita punya saat kita berada dalam masa sukar, disanalah kita dapat mengenal dan melihat siapa kawan kita yang sesungguhnya.

 
  Kesimpulan, biarlah apa yang menjadi kehendak Paulus dalam hidupnya, juga dapat menjadi kehendak kita secara pribadi. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, serta persekutuan dalam penderitaan-Nya. Jangan bangga akan hal-hal lahiriah dan jasmani yang kita lakukan, itu bukanlah pokok dan inti dari menjadi seorang Kristen. Tetapi mengenal Dia secara pribadi lewat kuasa kebangkitan-Nya yang menjadi sumber pengharapan pasti dan juga ikut ambil bagian dalam penderitaan (salib dan kuk) Kristus Yesus yang sudah menjadi bagian dalam hidup kita, itulah semua yang seharusnya menjadi kebanggaan kita dan tujuan kekristenan.

Minggu, 30 November 2014

KEJADIAN 2:4-7

KEJADIAN 2:4-7
Kej 2:4  Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --

Dalam ayat 5-6, kita harus mengerti bahwa ayat-ayat ini adalah pelengkap, pendukung, keterangan tambahan, dan juga sebuah perincian untuk pasal 1:10-11.
“These are generations..” (KJV)
Ayat 4 diawali dengan kalimat, demikianlah riwayat langit dan bumi. Penciptaan langit dan bumi atau terciptanya langit dan bumi, menunjukkan berasal dari sebuah sumber, tidak tercipta dan terjadi tanpa sebuah alasan. Digambarkan seperti anak yang berasal dari orang tua.
Mzm 90:2  Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
Allah sendirilah yang menjadi sumber, pelaku dalam penciptaan langit dan bumi. Pribadi yang Omnipetence, Jehovah Elohiym.
Ibr 11:3  Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Kej 2:5-6  belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;  tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu--

2 penyebab mengapa belum ada semak dan belum timbul tumbuh-tumbuhan di padang.
1. Allah belum menurunkan hujan ke bumi,
2. belum ada orang yang mengusahakan tanah itu.
Dalam ayat ini kita bisa melihat bagaimana cara kerja Allah dalam kehidupan ini. Allah tidak pernah bekerja sendiri, di dalam menciptakan langit dan bumi pun Allah bekerja dalam ketigaan-Nya yang esa, bahkan dalam menumbuhkan semak dan tumbuh-tumbuhan pun Allah meberikan ruang dan kesempatan agar manusia pun dapat ikut ambil bagian dalam bekerja dan menghasilkan sesuatu.
Manusia tidak pernah diciptakan Allah sebagai makhluk yang malas, dan tidak menghasilkan apa pun. Bahkan sebelum kejatuhan manusia karena ketidaktaatan, manusia diciptakan untuk menjadi rekan dari Allah, yaitu untuk mengusahakan tanah (taman Eden).
Dan di dalam ayat yang ke-6 ada hal yang menarik, yaitu bahwa Allah mengirimkan kabut (Mist), dikatakan “...ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu...”

KABUT אֵד         '   êd  =Kabut, uap air, asap.
            Kata ini hanya dipakai 2x di dalam perjanjian lama, yaitu di dalam ayat ini dan
Ayb 36:27  Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan,

Mungkin inilah awal terciptanya hujan.
MEMBASAHI שָׁקָה         shâqâh = Meminum banyak sekali, mengairi, menyediakan memberi minuman, menenggelamkan, menggenangi, membasahkan.
Kabut itu dikatakan muncul dari dalam bumi, mengairi, memberi minum, menenggelamkan, mengairi seluruh permukaan bumi.
Kej 2:10  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
Sungai yang terbentuk karena begitu melimpahnya kabut yang Allah keluarkan dari dalam bumi.
Origin of Rain, kabut inilah yang memproduksi hujan awal di muka bumi ini.
Sungguh sangat menarik bahwa Musa memperlihatkan kepada kita pada awalnya Allah tidak menurunkan hujan, tetapi Musa pun memberikan keterangan bahwa Allah menyediakan sebuah siklus dalam ilmu pengetahuan mengenai terciptanya hujan di bumi. Alkitab menjawab dengan sebuah ilmu pengetahuan.

Kej 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
“Ketika itulah...”
Ayat ke-7 diawali dengan frase ketika itulah. Ketika kapan?
Ketika ayat ke-5 dan 6 sedang berlangsung, tetapi perlu diperhatikan bahwa ayat 5 dan 6 ini bisa berlangsung kapan saja dan tidak terjadi hanya 1x, tetapi mungkin setiap saat. Dan sebagai perincian atau alasan untuk memperlengkapi pasal 1 ayat 10-12, ini tidak berarti penciptaan manusia menyalahi aturan dalam pasal 1, bahwa manusia diciptakan pada hari keenam.
MEMBENTUK יָצַר           yâtsar  = Mungkin lebih identik dengan menekan, mencetak (lebih spesifik seperti seorang penjunan), secara kiasan mempunyai pengertian untuk memutuskan (membentuk sebuah jalan keluar), terbuat dari tanah, kerangka yang terbuat dari tanah.
Allah sebagai Pribadi yang mencetak, membentuk sebuah jalan keluar, menekan debu tanah agar tercipta sebuah makhluk hidup. Allah sebagai pelaku utama yang membentuk manusia sebagai makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari makhluk-makhluk hidup yang lain. Mengapa manusia dikatakan lebih mulia dari ciptaan-Nya yang lain? Karena dari semua makhluk hidup yang lain (binatang air, liar, melata, burung, dan ternak) semua diciptakan, dibentuk, tetapi hanya manusia saja yang ayat ini tekankan, bahwa Allah MENGHEMBUSI NAPAS HIDUP.
MENGHEMBUSKAN נָפַח                 nâphach  =Tiupan, dalam bermacam-macam aplikasi (memompa, tiupan keras, menyebarkan, menghidupkan (sebuah bayangan))
Disinilah kita dapat melihat bagaimana manusia tercipta dengan terdiri dari 3 unsur dalam dirinya. Tubuh, jiwa dan roh. Tubuh manusia inilah yang berasal dari debu tanah,tetapi jiwa dan roh manusia berasal dari napas yang Ilahi. Ketika manusia masih berada di taman Eden, roh dan jiwa manusia masih dikuasai oleh Allah sepenuhnya dengan disertai kehendak bebas manusia dalam dirinya. Tetapi ketika manusia jatuh ke dalam dosa, roh dan jiwa mereka diperebutkan oleh kuasa kegelapan. Sehingga manusia sendirilah yang akhirnya harus menentukan apakah roh dan jiwa manusia mereka ingin dikuasai oleh Allah atau kuasa kegelapan.
Ayb 33:4  Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
Mzm 104:30  Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Pkh 12:7  dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
Zak 12:1  Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia:
Mal 2:15  Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Sehingga akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka jiwa dan roh kita harus semakin hari ke hari masuk dalam pembaruan demi pembaruan. Tubuh, jiwa, dan roh manusia, Alkitab katakan harus senantiasa alami keselamatan dan terpelihara sempurna dalam diri kita.
Allah menyatakan kepada kita saat ini, agar kita manusia  menjadi makhluk yang tahu bekerja demi kemuliaan nama-Nya. “...belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu ...” Allah menciptakan manusia dengan sebuah tujuan untuk menjadi makhluk yang produktif. Potensi tersebut sudah Allah tanamkan jauh di dalam diri kita, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk kita menyanggah mengenai setiap potensi kita. Menghasilkan sesuatu, dan bekerja bersama-sama dengan Allah, itulah panggilan hidup kita demi mencapai maksud dan rencana Allah, rancangan-Nya yang mulia atas diri kita pribadi dan atas dunia ini.
Akibat kejatuhan Adam dan Hawa, jiwa dan roh kita harus senantiasa alami pembarun demi pembaruan, semakin dibaharui lewat dan dalam hubungan kita dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah yang esa. Tuhan Yesus memberkati kita semua. DS
1Te 5:23  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Rabu, 29 Oktober 2014

KEJADIAN 2:1-3




KEJADIAN 2:1-3

Kej 2:1  Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Pada hari ke-7 Allah berhenti bekerja.
Permulaan dari hari Sabat, 6 hari lamanya Allah bekerja dan pada hari yang ke-7 Allah beristirahat. Istirahat Allah karena Allah telah menyelesaikan apa yang menjadi pekerjaan-Nya dalam menciptakan langit dan bumi, dimana segala yagn diciptakan Allah adalah baik dan teramat baik. Sabat diberikan kepada manusia untuk manusia beristirahat. Juga diberikan kepada manusia untuk tidak terlalu terfokus dalam bekerja, tetapi juga menyediakan waktu untuk menikmati Tuhan dalam masa-masa sabat. Sabat diciptakan untuk manusia, bukan manusia diciptakan untuk sabat.
Mrk 2:27  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
Kerjakanlah segala sesuatu sampai tuntas dan selesai.
Kej 2:2-3  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

PERHENTIAN

  • ·         Allah memberkati

  • ·         Allah menguduskan

Ibr 10:25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
Beribadah bersama, bukan hanya diberkati tapi juga dikuduskan. Bukan hanya dikuduskan, tetapi juga diberkati. Segala sesuatu ada waktu dalam hidup kita. Ada waktu untuk bekerja, dan ada waktu untuk berhenti dalam bekerja.
Nabi Daniel, berhenti dalam doa. Melakukan Sabat dalam doa.
Dan 6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Jadi sabat bukan hanya berbicara apa yang terlihat secara kasat mata saja, tetapi berbicara secara lebih mendalam, yaitu hati kita.
Mat 11:28-30  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."


REST= kelegaan, istirahat, tamasya.
Dalam injil Matius ini kita melihat bagaimana Yesus menawarkan Sabat bagi setiap pribadi kita. Saat kita mengalami penat, letih, lesu dalam menjalani hidup ini, Yesus menawarkan PribadiNya sebagai satu-satunya Sabat bagi kehidupan kita masing-masin pribadi. Saat kita masuk dalam panggilan rencana Allah, masuk dalam pelayanan bersama Kristus dan memikul beban yang sama dengan Yesus, adakalanya memang perasaan datang melanda kita, jenuh, lelah, cape, letih dalam memikul beban itu. Tapi ingatlah bahwa kita tidak sndiri dalam memikul beban itu ada Yesus yang menjadi Sabat bagi kita. Kita bukanlah perasaan kita, kita bukanlah suasana hati kita, bahkan kita bukanlah pikiran kita.
            Ibadah pun adalah Sabat bagi kita semua. Seharusnya memang seperti itu, tetapi berapa banyak dari antara kita melupakan hal itu. Ketika datang waktunya untuk beribadah berapa banyak dari kita langsung membuta alasan untuk menghindarinya, membuat alsan inilah, itulah, waktu untuk istirahat di rumah saja, waktu untuk bersama keluargalah dan lain sebagainya.
            INGAT SABAT ITU DIKUDUSKAN DAN DIBERKATI OLEH ALLAH. Jadi saat waktu beribadah datang, hari apapun itu, itulah saatnya kita melakukan Sabat, menikmati Tuhan. menikmati bait-Nya, menikmati setiap kemurahan-Nya, menikmati kekudusan-Nya, dan menikmati berkat-berkat-Nya.
Banyak sekali berkat sebenarnya yang akan kita dapat saat kita dapat mengubah paradigma kita mengenai hari Sabat, menjadikan hari Sabat sebagai hari kenikmatan dan peristirahatan bagi jiwa kita. Dan juga beberapa hal mengenai Sabat yang bisa kita pelajari dari Perjanjian Lama.
1. Kel_16:29  Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu."
Dalam kitab keluaran ini kita melihat janji Tuhan bahwa, Ia akan memberikan berkat 2x ganda untuk 2 hari penuh.

2. Neh_13:17-18  Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: "Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat? Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian, sehingga Allah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini atas kita dan atas kota ini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan melanggar kekudusan hari Sabat?"
Adalah suatu kejahatan saat kita tidak memperdulikan Sabat yang telah disediakan oleh Allah bagi kita manusia. Dan hal itu dapat membuat murka Allah menyala-nyala terhadap kita.

3. Mzm_92:1  Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat. (92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
Sabat berbicara mengenai sikap yang penuh ucapan syukur atas pertolongan Allah, atas perlindungan Allah, atas kebaikan Allah, dan bukti bahwa kita benar-benar meninggikan Allah kita.
4. Yes_56:2  Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.
Berbahagia orang yang tahu menghargai Sabat dalam kehidupannya. Berbahagia orang yang memelihara sabat dan tidak menganggap remeh hari Sabat, hari kenikmatan, hari kesukaan, hari ketenangan bagi jiwa kita.

5. Yes 58:13-14  Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Dan yang terkhir adalah janji yang luar biasa saat umat Allah tahu menghargai hari Sabat sebagai hari kenikmatan, hari yang mulia, dikatakan bahwa kita akan bersenang-senang karena Tuhan, akan menjalani hidup yang penuh kemenangan, mndapatkan milik pusaka Yakub, dan ini bukanlah perkataan manusia, tetapi dikatakan MULUT TUHANLAH YANG MENGATAKANNYA.
            Tetapi sekali lagi untuk diingatkan bahwa dasar dari semua ini adalah hati kita yang murni di hadapan Tuhan dan tulus dalam kita melakukan Sabat, tidak dengan motivasi yang tidak benar dan tidak tulus. Sabat juga sebagai sebuah peringatan kepada kita yang Tuhan ingin kita selalu ingat dan tanamkan dalam hati, bahwa suatu saat nanti akan ada yang disebut sebagai suatu masa perhentian, suatu masa dimana umat-umat Allah berhenti dari segala aktifitas, pekerjaan, pelayanan, dan masuk kepada suatu masa yang penuh kenikmatan tiada tara dan bandingnya, masa perhentian yang sebenarnya. Haleluya... janji Tuhan ya dan amin. Nikmatilah dan nantikanlah Sabat menanti kita semua. Amin. D.S

KEJADIAN 2:8-9 (Part 1)

KEJADIAN 2:8-9 Kej 2:8   Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang d...